Cara Login Blanded Learning Universitas Djuanda FKIP

Tugas : Resume /individu
Nama: Dieni MadaniAah Julda
Nim   : H.1610975

Judul          : KEMI
Penulis      : Adian Husaini
Penerbit    : Gema Insani
Cetakan    : 1, Jakakta 2010
Tebal         : 316 halaman

Tujuan  pengarang menulis buku ini adalah  untuk mengungkapkan liku-liku pemikiran dan kondisi kejiwaan sejumlah aktivis  liberal di negeri ini antah berantah yang belum terungkap. Dan untuk memperkuat keimanan dan berkeinginan selamat dari jeratan angan-angan dan gurita liberalisme, yang tiap detik menyerbu pikiran.

Novel yang berjudul “KEMI” karya Adian Husaini ini bercerita tentang  KEMI  seorng santri cerdas yang melanggar amanat kyai meninggalkan pesantren dan menjadi aktivitas liberal. Angan-angan kebebasan menjerumuskannya. Kemi terjerat, terposok, dan terperangkap dalam kebebasan yang didambakannya,bamhkan mengancam jiwanya.
Dan novel ini juga mengajak para pembacanya khususnya untuk umat islam agar mengetahui faham liberalisme yang sudah menyebar di lingkungan masyarakat kita, faham liberalisme juga telah membuat ke hancuran umat islam yang telah bergelut di dalamnya baik secara fisik, psikis, moral, ekonomi, dan lain-lain.

Novel ini Yang mengisahkan dua santri yang sangat cerdas dan senang untuk menimba ilmu. mereka juga santri kesayangan kyai Rois dan juga andalan untuk pesantrennya yang bernama Minhajul Abidin, Madiun di Jawa Timur yang bernama Rahmat dan Kemi.
 Di suasana pagi Kemi yang diantarkan oleh rahmat untuk menemui kyai Rois untuk meminta izin meninggalkan pesantren untuk berkuliah. Kyai Rois yang terdiam dan sangat terkejutnya atas izin Kemi untuk meninggalkan pesantrennya karna kyai Rois berniat untuk mewariskan ilmunya untuk kedua santri yang cerdas itu.  Kyai Rois tidak langsung memberi jawaban dengan harapan supaya Kemi berubah pikiran meskipun pada akhirnya keinginan Kemi untuk meninggalkan pesantren dan melanjutkan kuliah di Jakarta tidak bisa dicegah lagi. Dengan terpaksa dan sangat berat hati kyai Rois memberikan izin untuk Kemi yang salah satu satri terbaiknya itu, karena sudah sulit untuk di cegah lagi. Kemi dibekali sebuah kitab karya Kyai Haji Hasyim Asy’ari berjudul Adabul’ Alim wal-Muta’alimin. Kyai Rois berpesan agar Kemi tetap menjadi orang yang beradab.
Setelah diantarkan kemi segera bergegas ke luar pondok dengan  barang –barang yang sudah dikemasi. Rahmah mengikuti kepergian sahabatnya dengan seksama, dengan masih penuh tanda tanya. Sebuah mobil sedang yang menunggu kemi di depan pesantren. Dari jendela kamar rahmat bisa meliahat jelas mobil itu tetapi tidak jelas siapa yang menunggu kemi.



Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer